
THE HAGUE - Keberhasilan Timnas Belanda lolos ke babak perempatfinal berdampak besar di negeri Kincir Angin itu. Terbukti oranye, warna khas kostum utama tim asuhan Marco van Basten itu laku keras di Belanda.
Selain suporter yang memadati kota-kota di Austria-Swiss, warna oranye juga dipakai oleh mayoritas warga di Belanda, mulai dari, pengacara, ibu rumah tangga hingga anak sekolah Bahkan tak sedikit yang mengenakan wig oranye dan mencat berbagai benda seperti sepeda, mobil, anjing dan sebagainya dengan warna cerah tersebut.
Menjelang perempat final melawan Rusia, Minggu (21/6/2008), warna oranye kian seragam di rumah dan jendela dengan spanduk bertuliskan 'Hup Holland!'. Bukan itu saja, menurut pemberitaan sebuah koran lokal, seorang penggemar telah mengubah cat seluruh bagian rumahnya menjadi oranye.
"Ini negara kecil yang tak punya banyak kebanggaan. Sementara keberhasilan Belanda di Euro 2008 menjadi perhatian seluruh dunia. Jadi, warga ingin menunjukkan ke-Belanda-an mereka," beber psikolog olahraga, Ruud Stovkis.
Apalagi, banyak warga Belanda yang gandrung pada sepakbola. "Bahkan, jumlah pemain kami sangat banyak jika dibandingkan dengan jumlah populasi. Mungkin perbandingannya terbesar di Eropa," imbuhnya.
Stovkis mengatakan ada sekitar satu juta orang dari 16 juta jiwa penduduk Belanda yang aktif di sepakbola atau sekitar enam persen. Situasi demam oranye ini, tak pelak juga meningkatkan permintaan cat berwarna itu. Selain itu, berbagai produk dagang juga tak luput terkena permintaan warna oranye.
Adapun sewaktu Belanda menghajar Prancis 4-1 di Grup C, kota Berne dipenuhi oleh puluhan ribu tenda sebagai tempat menginap fans, meski kebanyakan dari mereka tak punya tiket masuk stadion.
"Tak masalah, ini pengalaman sekali seumur hidup," ujar salah seorang yang tak punya tiket, Nick Withag sebagaimana dikutip AP, Jumat (20/6/2008).
(hmr/Okezone)
