Official Broadcasters :
official media okezone
maskot
news

Euro 2008

Kutukan Hiddink Berlanjut

Jum'at, 27 Juni 2008 - 05:18 wib
Reporter: Azwar Ferdian
detail
Foto: AP

WINA - Guus Hiddink pantas disebut pelatih spesialis semifinal. Empat besar seolah momok bagi Hiddink yang sudah merasakan tiga kali gagal di semifinal, dalam menukangi sebuah timnas.

Tidak ada yang meragukan kapasitas Hiddink sebagai ahli strategi. Pelatih asal Belanda ini mampu memoles tim yang tadinya gurem, menjadi tim penuh kejutan. Anda tentu ingat bagaimana perkasanya Korea Selatan di Piala Dunia 2002. Itu berkat tangan dingin Hiddink sebagai pelatih.

Hiddink memulai kariernya sebagai pelatih pada 1982, ketika itu ia menangani De Graafschap. Dua tahun kemudian ia menjabat asisten pelatih PSV Eindhoven selama tiga musim yang dilanjutkan sebagai pelatih kepala.

Musim 1990, Hiddink menyebrang ke Turki untuk menangani Fenerbahce, satu musim berselang ia hijrah ke Valencia, hingga musim 1994. Hiddink pun memulai kariernya menjadi pelatih Timnas tahun 1995, dengan mengarsiteki Belanda. Di Piala Dunia 1998, Belanda sukses melaju ke semifinal, sebelum akhirnya kalah dari Brasil.

Selepas Belanda, Hiddink kembali ke Spanyol untuk menangani Real Madrid dan Real Betis. Tidak betah menjadi pelatih klub, pelatih 61 tahun ini berpetualang ke Asia dan menjabat sebagai pelatih Korea Selatan di PD 2002. Hasilnya Korsel melaju hingga empat besar dengan mengalahkan Italia dan Spanyol di babak 16 besar dan perempatfinal. Langkah Korsel terhenti oleh Jerman di semifinal.

Puas di Negeri Ginseng, Hiddink pulang kampung dan kembali menangani PSV Eindhoven selama tiga musim, sebelum ia akhirnya mendapat tawaran melatih Australia. Mantan gelandang ini hanya mampu mengantarkan Tim Kanguru ke babak kedua Piala Dunia Jerman, setelah kalah dari Italia.

Timnas Rusia merasakan polesan Hiddink di tahun 2006. Hiddink mendapat proyek meloloskan Beruang Merah ke Euro 2008 dan Piala Dunia 2010. Rusia menjadi tim kejutan dengan melaju ke semifinal. Yang paling dramatis, ketika Belanda dikalahkan 3-1 pada babak perempatfinal. Langkah Rusia akhirnya berhenti di tangan Spanyol.

Tim mana lagi yang akan merasakan tangan dingin pelatih kelahiran 8 November 1946 ini? Mampukah Hiddink menghapus kutukan semifinal pada dirinya? Hanya Tuhan yang tahu jawabannya.

(zwr/Okezone)

manofthematch
eurotainment

Xavi 'Sang Petarung Sejati'

Timnas Spanyol akhirnya mampu mengulang kesuksesannya merajai Benua Eropa, 44 tahun silam. Xavi Hernandez menjadi tulang punggung Matador saat membekuk Timnas Jerman, 1-0 di Stadion Ernst Happel, Senin (30/6/2008).
beritalain
Index Berita