
MADRID - 'Hidup Spanyol, hidup Spanyol.' Inilah kata yang serentak dikumandangkan para suporter Timnas Spanyol di pusat Kota Madrid, pascakeberhasilan Fernando Torres dkk menembus babak final Euro 2008.
Ya, Spanyol memastikan langkahnya ke partai puncak setelah untuk kedua kalinya mempecundangi Rusia di Stadion Ernst Happel, Jumat (27/6/2008) dengan skor telak 3-0. Masing-masing gol Tim Matador dicetak Xavi Hernandez (50'), Dani Guiza (73'), serta David Silva (82').
Sukses besar ini sontak disambut sukacita sekira 10 ribu suporter Spanyol yang menyaksikan laga semifinal melalui layar raksasa di Vast Plaza Colon di pusat Kota Madrid. Setelah pertandingan berakhir, para supporter langsung melakukan parade keliling kota untuk merayakan sukses besar tim kesayangannya ini.
"Ini adalah saatnya Spanyol menjadi juara," ujar Juan, salah satu suporter yang membentangkan bendera Spanyol serta sebotol bir dalam genggaman dan ditemani tiga orang temannya.
Dalam paradenya ini, rata-rata para suporter ini menyemarakkan malam dengan membunyikan klakson kendaraan serta menyalakan kembang api. Tak hanya itu saja, mereka juga sempat membuat pihak kepolisian Madrid kewalahan dalam mengatur lalu lintas di jalan-jalan utama kota yang dipadati suporter Spanyol.
Jika dibandingkan dengan keberhasilan Spanyol menghempaskan Italia di perempatfinal, euforia para suporter kali ini memang masih kalah meriah. Namun tetap saja, parade ini membuat arus lalu lintas kota sedikit terhambat.
Di partai puncak, Senin (30/6/2008) dinihari, Spanyol akan menantang Jerman yang lebih dulu telah memastikan langkahnya ke final setelah menaklukkan Turki 3-2. Namun menurut wakil perdana menteri Spanyol Maria Teresa Fernandez de la Vega, Spanyol memiliki peluang besar untuk tampil sebagai kampiun.
"Minggu (Senin dinihari-red), kami memiliki kesempatan bagus untuk bisa mengalahkan Jerman untuk pertama kalinya merengkuh trofi Eropa sejak 1964 lalu," papar de la Vega seperti dikutip AP, Jumat (27/6/2008).
(fmh/Okezone)
