. . .
 
 
 
EURO 2012 | NEWS

Dinamit Kecil di Antara Tiga Raksasa

Jum'at, 18 Mei 2012 16:20 wib

Randy Wirayudha - Okezone

Thomas Lovendahl Sorensenyang mempimpin timnas Denmark (Foto: Getty Images)
Thomas Lovendahl Sorensenyang mempimpin timnas Denmark (Foto: Getty Images)
KOPENHAGEN – Ketika Denmark sudah diputuskan tergabung di grup neraka bersama Belanda, Jerman dan Portugal, jelas sudah suramnya para wakil Denmark menerima kenyataan itu. Mereka segera tersadar bahwa situasi mereka bak seekor semut di antara tiga gajah.
 
Suasana tersebut sempat terekam dalam memori komentator olahraga Denmark – Andreas Kraul yang kebetulan sempat meliput drawing yang digelar Desember silam di National Palace of Arts di Kota Kiev.
 
Selain karena tergabung di grup B bersama tiga raksasa sepakbola Eropa itu, mereka juga kecewa karena tak bisa tergabung di grup A atau C yang bermain di Polandia, negara yang lebih dekat dengan Denmark.
 
“Mereka terlihat seperti sedang menghadiri pemakaman. Segalanya langsung berjalan buruk. Apalagi karena mereka juga ingin bermain di Polandia, negara yang lebih dekat dengan negeri dan fans mereka Tapi memang yang terutama, mereka sudah berniat menghindari Jerman dan Belanda,” tutur Kraul.
 
Akan tetapi, sedikit semangat dilecut Kaptajn (kapten) tim Dinamit – Thomas Sørensen. Kiper gaek itu lebih menyoroti sisi terang dari drawing tahun lalu itu yakni, setidaknya mereka akan melakoni tiga partai di grup yang terbilang paling menarik di antara tiga grup lainnya.
 
“Tentu di atas kertas, hasil drawing itu bukan yang kami inginkan. Tapi hasil ini tetap akan menarik buat kami,” sahutnya menghibur diri.
 
“Sebagai pemain, anda harus bisa mengukur diri anda sendiri melawan tim terbaik. Anda boleh bilang di grup ini terdapat dua tim terbaik dan satu tim hebat. Tapi kami sendiri ada di antara mereka,” tambah Sørensen, seperti disadur Kyiv Post, Jumat (18/5/2012).
 
Memang, meski luas negaranya terbilang kecil tapi sepakbola Denmark tak bisa dikucilkan begitu saja. Rekam jejak mereka bisa menjadi acuan untuk menjadikan mereka kuda hitam terbaik di Euro.
 
Raihan gelar Euro dua dekade silam adalah bukti di mana dinamit kecil pun tak ubahnya bahan peledak dahsyat yang bisa meluluhlantakkan tim-tim favorit kala itu. Padahal Denmark maju ke Euro sebagai tim wild card yang menggantikan posisi Yugoslavia yang dicoret UEFA berkenaan dengan Perang Balkan di negeri mereka.

TERPOPULER

BERITA TERBARU