Presiden: Friedrich Stickler
Didirikan: 1904
Masuk UEFA: 1954
Masuk FIFA: 1905
Pelatih: Josef Hickersberger
Kapten: Andreas Ivanschitz
Stadion: Ernst Happel
Kapasitas: 48274
Bek:
Joachim Standfest (FK Austria Wien),
Martin Stranzl (Spartak Moskow),
Emanuel Pogatetz (Middlesbrough),
Ronald Gercaliu (FK Austria Wien),
Markus Katzer (Rapid Vienna),
Sebastian Prodl (Sturm Graz),
Jurgen Patocka (Rapid Vienna),
Martin Hiden (Rapid Vienna)
Gelandang:
Christian Fuchs (Mattersburg),
Rene Aufhauser (Salzburg),
Christoph Leitgeb (Salzburg),
Andreas Ivanschitz (Panathinaikos),
Umit Korkmaz (Rapid Vienna),
Gyorgy Garics (Napoli),
Jurgen Saumel (Sturm Graz)
Striker:
Ivica Vastic (LASK),
Roland Linz (Sporting Braga),
Roman Kienast (HamKam),
Martin Harnik (Werder Bremen),
Erwin Hoffer (Rapid Vienna)
Pertanyaan Konsistensi
Ajang Euro 2008 adalah kawah candradimuka bagi Austria. Dibandingkan sepak terjangnya di Piala Dunia, Austria belum pernah mampu bersuara banyak maju ke babak kualifikasi sejak dimulainya kompetisi Euro pada 1960. Baru pada pelaksanaan Euro 2008 tim ini otomatis melaju ke babak final karena faktor tuan rumah bersama Swiss.
Austria justru 'lebih' sukses ketika bermain di ajang Piala Dunia. Sudah tujuh laga turnamen empat tahunan itu yang berhasil dilampaui tim ini. Terakhir skuad yang saat ini dimotori Josef Hickersberger berlaga di Piala Dunia 1998.
Tapi jika melihat statistik di ajang Piala Dunia, Austria harus lebih banyak bersabar. Bermain di 80 pertandingan justru rekor kekalahan lebih banyak diperoleh daripada menuai kemenangan. Itu terlihat ketika tim hanya mampu menang di 33 laga, imbang 13 kali dan menuai kekalahan 34 kali. Total, tim yang didirikan sejak 1904 ini bisa memasukan 146 gol dan kemasukan 125 gol.
Penunjukan Josef Hickersberger juga layak untuk dipertanyakan. Sejak mengambil allih posisi pelatih pada 2006 Hickersberger belum mampu memperlihatkan prestasi yang menohok.
Memulai pertandingan awal melawan Kanada, Hicke malah membawa timnya hancur, dibantai 2-0. Itu dilanjutkan pada empat pertandingan selanjutnya. Setelah itu beru titik cerah sedikit menerangi Austria yang mampu menang di tiga laga melawan Liechtenstein, Swiss, dan Trinidad dan Tobago.
Pelatih yang pernah melanglang buana di berbagai negara Arab ini tapi pernah menuai prestasi. Pada musim 2002 dia pernah membawa tim yang dilatihnya ketika itu Rapid Viena yang dibawanya merebut gelar Liga. Musim selanjutnya Hicke membawa Rapid maju ke babak pembuka Liga Champions.
Setali tiga uang, Austria selepas era Toni Polster belum mempunyai pemain bintang. Artinya di ajang Euro 2008, tim ini nampaknya hanya akan menggunakan kerjasama erat antar lini untuk membangun pertahanan, dan serangan.
Kans Austria untuk berbicara banyak di ajang Euro 2008 nanti agak terbuka lebar. Sebagai tuan tumah, Austria tentu mendapat banyak keuntungan baik dari segi suporter atau hak istimewa' untuk memilih lawan babak fase grup demi melangkah ke babak selanjutnya.
The Star, Andreas Ivanschitz
Untuk urusan pemain bintang, Austria bisa dikatakan sepi pemain bintang. Kebanyakan dari skuad Austria hanya bermain di kompetisi lokal. Tapi ada satu nama yang cukup memberikan kontribusi baik kepada tim nasional Austria yakni Andreas Ivanschitz.
Ivanschitz, pemain yang merumput di Panathinaikos FC, berposisi gelandang serang dan baru berusia 24 tahun ini telah dipercaya pelatih Josef Hickersberger untuk mengenakan ban kapten, meski baru memiliki caps 30 kali.
Pemilihan Josef Hickersberger ini tentu bukan alasan. Pemain yang telah mencetak empat gol ini, menjadi kunci permainan Austria dan posisinya tidak tergantikan oleh pemain lain. Selain itu, Ivanschitz juga memiliki jiwa kepemimpinan hingga dianggap pantas untuk menjadi kapten tim.
Pemain yang mengawali kariernya di klub Rapid Wiena dari tahun 1998. Selepas dari Rapid, Ivanschitz memilih hijrah ke Red Bull Salzburg di musim 2006, namun belum genap satu tahun bersama Red Bull, Ivanschitz hijrah lagi ke klub Yunani Panathianikos.
Andreas Ivanschitz memulai debutnya untuk Austria pada tahun 2002 lalu. Dan kini ia bertekad untu mengantarkan Austria sukses di Euro 2008, dengan bermodalkan semangat dan tentu saja sebagai tuan rumah.
Perkiraan Formasi
(4-4-1-1) Manninger; Garics, Prodl, Hiden, Fuchs; Sariyar, Aufhauser, Weissenberger, Standfest; Ivanschitz; Linz
Kelebihan
Senjata terbesar berupa dukungan publik sendiri.
Semangat besar membalikkan status underdog.
Dominasi pemain muda bakal mengedepankan fisik.
Kekurangan
Lama tak tampil di kompetisi resmi.
Josef Hickersberger belum menemukan skuad terbaik.
Minim dalam hal materi pemain.