Pelatih: Slaven Bilic
Kapten: Niko Kovac
Masuk FIFA: 1992
Masuk UEFA: 1992
Stadiun: Maksimir Stadium
Kapasitas: 38.000
Kaos: Merah
Celana: Putih
Bek:
Robert Kovac (Borussia Dortmund),
Dario Simic (AC Milan),
Dario Knezevic (Livorno),
Manuel Pamic (Salzburg),
Josip Simunic (Hertha Berlin),
Vedran Corluka (Manchester City),
Hrvoje Vejic (Tom Tomsk)
Gelandang:
Niko Kovac (Salzburg),
Ivan Rakitic (Schalke),
Niko Kranjcar (Portsmouth),
Jerko Leko (Monaco),
Darijo Srna (Shakhtar Donetsk),
Ognjen Vukojevic (Dinamo Zagreb),
Danijel Pranjic (Heerenveen),
Luka Modric (Tottenham Hotspur),
Nikola Pokrivac (AS Monaco),
Anas Sharbini (Rijeka)
Striker:
Ivan Klasnic (Werder Bremen),
Ivica Olic (Hamburg SV),
Igor Budan (Parma),
Mladen Petric (Borussia Dortmund),
Nikola Kalinic (Hajduk Split)
Datang Meniti Prestasi Gemilang
Timnas Kroasia bisa dikatakan sebagai kekuatan level II di benua Eropa. Kroasia belum mampu bersaing dengan sederet negara raksasa sepakbola seperti Belanda, Jerman, Italia atau Prancis. Maklum, Kroasia merupakan negara baru di dataran Eropa.
Kroasia adalah pecahan Yugoslavia dan mulai aktif pada 1990. Namun Badan Sepakbola Dunia (UEFA) dan Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) baru mengakui keberadaan Kroasia, dua tahun kemudian.
Kompetisi resmi perdana yang dikuti Kroasia adalah kualifikasi Euro 1996. Hebatnya, Kroasia berhasil melenggang hingga perempat final. Kroasia tiba-tiba mengejutkan publik sepakbola dunia ketika merebut posisi ketiga pada World Cup 1998 di Prancis. Prestasi itu semakin lengkap setelah Davor Suker meraih sepatu emas.
FIFA bahkan menobatkan Korasia sebagai tim yang mengalami peningkatan sangat pesat atau Best Mover of the Year pada 1994 dan 1998. Sejak itu, Kroasia menjadiperhatian jagad sepakbola dunia. Negara besar pun selalu memperhitungkan penampilan Kroasia.
Kroasia bahkan tidak pernah mengalami kekalahan ketika tampil di kandang sejak 1994. Hasil serupa juga ditorehkan pada babak kualifikasi World Cup 2002 dan 2006.
Pada Euro 2008, Kroasia datang tetap dipandang sebagai underdog. Namun bukan berarti kekuatan Kroasia bisa diabaikan tim lawan. Apalagi, Kroasia berada di Grup B bersama Jerman, Polandia dan Austria. Artinya, peluang Kroasia mengulangi prestasi World Cup 1998 terbuka lebar.
The Star, Niko Kranjcar
Kroasia pantas dinobatkan sebagai negara pencetak pemain bintang. Sederet nama bintang dimiliki Kroasia. Sebut saja Dario Simic (AC Milan), Marko Babic (Real Betis), Igor Budan (Parma), Mladen Petric (Borussia Dortmund), dan Eduardo da Silva (Arsenal).
Dari nama-nama tersebut, ada satu pemain yang kemungkinan akan menjadi bintang Kroasia di Euro 2008. Niko Kranjcar, gelandang yang dikenal energik menyuplai bola matang bagi striker dalam timnnya. Gelandang tengah ini merupakan tulang punggung skuad Timnas Kroasia pada World Cup 2006.
Penyuplai bola yang sangat kreatif ini menjadi kapten Dinamo Zegreb, saat berusia 19 tahun. Karirnya dimulai ketika bergabung dengan akademi Dinamo Zegreb. Debut pertamanya membela Timnas Kroasia saat berlaga di level U-21. Dia juga turut andil dalam laga Euro 2004.
Kranjcar mengejutkan manajemen Dinamo ketika memutuskan hengkang ke Hajduk pada tahun 2005. Usai membela Timnas Kroasia di World Cup 2006, dia hengkang ke Portsmouth. Musim pertamanya membela Pompey, dia hanya berlaga sebanyak lima kali tanpa mencetak gol.
Pemain kelahiran 13 Agustus 1984 di Wina itu adalah anak kandung mantan pelatih Timnas Kroasia, Zlatko Kranjcar. Sejak bergabung dengan Kroasia pada 2004, pemain yang mengenakan kostum nomor 9 itu, tampil dalam 38 laga internasional. Dia bahkan menyumbangkan lima gol bagi Kroasia.