Official Broadcasters :
official media okezone
maskot
polandia

PERANCIS

kits

Struktur Organisasi: FFFF
Presiden: Jean-Pierre Escalettes
Pelatih Kepala: Raymond Domenech
Kapten: Patrick Vieira
Didirikan: 1919
Gabung dengan UEFA: 1954
Gabung dengan FIFA: 1919
Stadion: Stade de France

Kiper:
Gregory Coupet (Lyon), Sebastien Frey (Fiorentina), Steve Mandanda (Marseille)

Bek:
Eric Abidal (Barcelona/ESP), Patrice Evra (Manchester United/ENG), William Gallas (Arsenal/ENG), Willy Sagnol (Bayern Munich/GER), Lilian Thuram (Barcelona/ESP), Francois Clerc (Lyon), Sebastien Squillaci (Lyon), Jean-Alain Boumsong (Lyon).

Gelandang:
Lassana Diarra (Portsmouth/ENG), Claude Makelele (Chelsea/ENG), Jeremy Toulalan (Lyon), Patrick Vieira (Inter Milan/ITA), Franck Ribery (Bayern Munich/GER), Samir Nasri (Marseille)

Striker:
Nicolas Anelka (Chelsea/ENG), Thierry Henry (Barcelona/ESP), Florent Malouda (Chelsea/ENG), Karim Benzema (Lyon), Sidney Govou (Lyon), Bafetimbi Gomis (St Etienne)

Ayam Jantan Masih Berkokok
Piala Eropa atau yang lebih dikenal Euro hambar tanpa kehadiran Prancis. Tim yang mempunyai logo biru berbentuk Ayam Jago itu selalu hadir sejak kali pertama digelarnya turnamen empat tahunan pada 1960 itu.

Tim ini juga menjadi tim kedua yang paling sukses di bawah Jerman yang telah merebut tiga gelar. Le Bleus harus puas dengan dua gelarnya yang diraih pada 1984 dan 2000. Khalayak kulit bundar pasti tidak lupa jasa seorang Just Fontaine pada Negeri Anggur itu.

Pemain yang dipilih sebagai Golden Player selama 50 tahun terakhir ini bak dewa di mata fans fanatiknya. Fontaine menjadi pemain satu-satunya Prancis yang berhasil mengemas 13 gol dari enam pertandingan, sekaligus membawa timnya maju ke babak semifinal Piala Dunia 1958 di Swedia.

Tanpa jenderal lapaangan tengah sekaligus dirigen pertandingan Zinedine Zidane yang memilih pensiun usai Piala Dunia 2006, Prancis tidak kehilngan taji permainan. Malahan di Kualifikasi Euro 2008, Prancis sempat menjadi penguasa klasemen Grup B sebelum dikalahkan Skotlandia.

Kini Prancis harus ekstra waspada bila ingin berbicara banyak di Euro 2008, karena mereka tergabung dalam grup neraka, bersama rival abadinya Italia dan Belanda. Berbicara peluang, tentu Prancis masih tetap menjadi unggulan karena kekuatan tim ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Namun apabila ekstra pede seperti di Piala Dunia 2002, maka Prancis sedang dalam bahaya besar.

The Stars, Peran Samir Nasri
Setelah Zinedine Zidane memutuskan untuk menggantung sepatunya, Prancis tidak kekurangan personil. Adalah Samir Nasri, playmaker Marseille yang akhir-akhir ini merebut perhatian banyak kalangan.

Terakhir, pemain pemain keturunan Aljazair itu menyumbangkan gol semata wayangnya ke gawang Georgia. Kecepatannya bermain digadang-gadang menyerupai salah satu pemain emas Le Bleus Zinedine Zidane.

Permainannya di lapangan tengah bersama Franck Ribery, Florent Malouda, dan Lilian Thuram menjadi perhatian banyak kalangan. Dia bisa menjadi inspirator serangan, bisa pula menjaga pertahanan tim sama baiknya.

Prestasi awal diukir pemuda kelahiran Marseille itu, Mei lalu. Dia terpilih sebagai Pemain Muda Terbaik Ligue 1, mengalahkan bomber Stade Rennes Jimmy Briand, bomber Lyon Karim Benzema, dan pemain Nantes Dimitri Payet.

Bersama Nasri tidak ada yang patut ditakutkan Raymond Domenech. Pelatih brilian itu juga diyakini selalu mempunyai ide jitu ketika menerapkan strategi permainan di lapangan.

Kita lihat saja nanti apakah Prancis dapat bersuara banyak di Austria, dan Swiss di laga final 29 Juni mendatang. Ataukah justru tim-tim kuda hitam yang akan melucuti keperkasaan Si Ayam Jantan?

Perkiraan Formasi:
(4-4-2) Coupet; Sagnol, Thuram, Gallas, Abidal; Ribery, Makelele, Vieira, Malouda; Anelka, Henry

Kelebihan:
Memiliki modal mental bagus
Kekuatan hebat dari Henry, Nasri, Ribery dan Malouda
Pemain pelapis sama berkualitas

Kekurangan:
Sangat bergantung dengan Henry dan Ribery
Faktor usia di lini belakang dan tengah
Mulut pedas pelatih Raymond Domenech