Organisasi: PZPN
Presiden: Michal Listkiewich
Pelatih Kepala: Leo Beenhakker
Kapten: Maciej Zurawski
Didirikan: 1919
Masuk UEFA: 1954
Masuk FIFA: 1923
Stadion: Slaski
Bek:
Jacek Bak (Austria Vienna),
Grzegorz Bronowicki (Red Star Belgrade),
Marcin Wasilewski (Anderlecht),
Pawel Golanski (Steaua Bucharest),
Michal Zewlakow (Olympiakos Piraeus),
Mariusz Jop (FK Moscow),
Adam Kokoszka (Wisla Krakow),
Jakub Wawrzyniak (Legia Warsaw)
Gelandang:
Dariusz Dudka (Wisla Krakow),
Lukasz Gargula (GKS Belchatow),
Jakub Blaszczykowksi (Borussia Dortmund),
Roger Guerreiro (Legia Warsaw),
Jacek Krzynowek (VfL Wolfsburg),
Mariusz Lewandowski (Shakhtar Donetsk),
Wojciech Lobodzinski (Wisla Krakow),
Radoslaw Majewski (Groclin Grodzisk),
Rafal Murawski (Lech Poznan),
Michal Pazdan (Gornik Zabrze)
Striker:
Radoslaw Matusiak (Wisla Krakow),
Marek Saganowski (Southampton),
Euzebiusz Smolarek (Racing Santander),
Tomasz Zahorski (Gornik Zabrze),
Maciej Zurawski (Larissa)
Bialo-czerwoni Siap Membuat Sejarah
Prestasi Polandia memang tidak terlalu mentereng. Namun, salah satu calon tuan rumah Piala Eropa 2012 ini punya sejarah cukup bagus di Piala Dunia yakni di Piala Dunia Jerman 1974 dan Piala Dunia Spanyol 1982 dengan meraih prestasi peringkat ketiga.
Ketika itu Polandia mempunyai legenda Grzegorz Lato, Zbigniew Boniek, serta Kazimierz Deyna. Di Piala Dunia 1974, Polandia mampu mengalahkan Brasil 1-0 dan di Piala Dunia 1982 mengalahkan Prancis 3-2.
Namun setelah itu, Polandia mengalami penurunan prestasi. Tragisnya di ajang Piala Eropa, Polandia tidak pernah lolos dari babak kualifikasi. Bialo-czerwoni (tim putih-merah) kini bersiap membuat sejarah baru dengan lolos ke putaran final Euro 2008.
Tongkat kepelatihan dari Pawel Janas yang diberikan kepada pelatih berpengalaman asal Belanda Leo Beenhakker menjadi modal utama kebangkitan Polandia. Ditangan Janas prestasi Polandia memang tidak terlalu buruk. Namun, setelah gagal di Piala Dunia 2006, Leo Beenhakker ditunjuk PZPN untuk meloloskan negara Sosialis ini ke Piala Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Pilihan PZPN sampai saat ini kelihatannya tepat. Beenhakker mampu membawa Ebi Smolarek dkk sebagai pemuncak klasemen sementara Grup A Kualifikasi Euro 2008.
Polandia mengoleksi 19 poin dari 9 pertandingan. Mereka mampu membukukan 6 kali kemenangan 1 kali seri dan 2 kali kalah. Bahkan, Polandia berhasil menundukkan rival terberatnya Portugal dengan skor 2-1.
Tanpa pemain bintang, Beenhakker membentuk skuadnya menjadi tim yang mengandalkan kolektivitas bermain. Ketajaman penyerangan yang dimotori duet Maciej Zurawski dan Tomas Frankowski telah memberi sinyal waspada bagi lawannya di Austria dan Swiss nanti.
Lini belakang mereka juga tak dapat dipandang sebelah mata. Diisi oleh bek berpengalaman Tomasz Klos yang saat ini bermain di Wisla Krakow, Tomasz Hajto (Derby County) dan Dariusz Zuraw (Hannover), plus kiper Jerzy Dudek (Real Madrid) atau Artur Boruc (Celtic), tim ini hanya kemasukan tujuh gol di babak kualifikasi.
Di lini tengah Polandia akan mengandalkan inspirasi Ebi Smolarek yang tampil gemilang di musim ini bersama Borussia Dortmund, serta dibantu ketangkasan gelandang Bayer Leverkusen Jacek Krzynowek.
Mampukah Polandia membuat sejarah dengan lolos ke Piala Eropa? Juga membuat sejarah seperti yang pernah dilakukan di Piala Dunia 1974 dan 1982? Kita nantikan catatan sejarah Bialo-czerwoni di Euro 2008.
The Stars, Jerzy Dudek
Jerzy Dudek, mantan pahlawan Liverpool di Liga Champions 2005 yang kini bermain dengan Real Madrid adalah salah satu pemain veteran yang ada di skuad Polandia. Dudek memang harus berbagi tempat dengan penjaga gawang Polandia yang bermain di Celtic Artur Boruc.
Namun untuk soal pengalaman, nampaknya tidak ada satu pun pemain Polandia yang mampu menyaingi pengalaman Dudek. Penjaga gawang berusia 34 tahun ini, berjasa mengantarkan Liverpool menjadi yang terbaik di Eropa setelah mengalahkan Milan melalui adu penalti di final.
Dudek ketika itu berhasil mementahkan dua tendangan algojo Milan, Andrea Pirlo dan Andriy Shevchenko. Liverpool pun melenggang jadi juara.
Pria kelahiran 23 Maret 1973 ini memang sudah malang melintang di dunia sepakbola Eropa. Dudek memulai karier profesionalnya di klub lokal Sokol Tychy. Pada 1996, ia hijrah ke Feyenoord. Sempat berada dibawah bayang-bayang Ed de Goey, Dudek menjelma menjadi salah satu pujaan publik Feyenoord.
Tahun 2001, Dudek memutuskan hijrah ke Liverpool. Bersama The Reds, ayah tiga anak ini mencapai puncak kariernya. Namun, kariernya meredup bersama Liverpool seiring kedatangan kiper Spanyol Pepe Reina. Dudek pun memilih hengkang dan akan bermain untuk Real Madrid di musim depan.
Di tim nasional Polandia ia memulai debutnya pada tahun 1998. Hingga kini Dudek telah bermain 56 kali membela Polandia. Pelatih Leo Beenhakker nampaknya lebih suka memasang Boruc di bawah mistar gawang Polandia selama babak kualifikasi Euro 2008.
Hal ini dikarenakan, Dudek jarang diturunkan Liverpool. Dan Boruc sukses bermain bersama Celtic. Namun, nama Jerzy Dudek selalu disertakan Beenhakker dalam setiap laga Polandia. Bila musim depan ia mampu bermain gemilang bersama Real Madrid, bukan tidak mungkin Dudek akan kembali menjadi pilihan utama Leo di Piala Eropa nanti.
Perkiraan Formasi
(4-4-2) Artur Boruc; Zewlakow, Jacek Bak, Wasilewski, Bronowicki; Lobodzinski, Sobolewski, Krzynowek, Lewandowski; Ebi Smolarek, Zurawski
Kelebihan
Solid dalam satu kesatuan
Kekuatan merata di semua lini
Sarat pemain yang kaya pengalaman
Punya pelatih berpengalaman
Kekurangan
Sama sekali tak punya pengalaman di pentas Euro.
Banyak pemain yang sudah memasuki usia senja.
Lini belakang masih butuh banyak perbaikan.