Official Broadcasters :
official media okezone
maskot
polandia

RUSIA

kits

Presiden: Vitaliy Mutko
Berdiri: 1912
Masuk UEFA:1992
Masuk FIFA:1912
Pelatih: Guus Hiddink
Kapten: Andrei Arshavin
Stadion: Luzhniki
Kapasitas: 74.000
Kaos: Putih
Celana: Biru

Kiper:
Igor Akinfeyev (CSKA Moscow), Vladimir Gabulov (Perm), Vyacheslav Malafeyev (Zenit St Petersburg).

Bek:
Alexander Anyukov (Zenit St Petersburg), Alexei Berezutsy, Vasily Berezursky, Sergei Ignashevich (all CSKA Moscow), Denis Kolodin (Dynamo Moscow), Renat Yanbayev (Lokomotiv Moscow).

Gelandang:
Diniyar Bilyaletdinov, Dmitry Torbinsky (both Lokomotiv Moscow), Vladimir Bystrov (Spartak Moscow), Yury Zhirkov (CSKA Moscow), Konstantin Zyryanov, Roman Shirokov (both Zenit St Petersburg), Igor Semshov (Dynamo Moscow), Sergei Semak (Kazan).

Striker:
Roman Adamov (FC Moscow), Roman Pavlyuchenko (Spartak Moscow), Pavel Pogrebnyak, Andrei Arshavin (Zenit St Petersburg), Dmitry Sychev (Lokomotiv Moscow), Ivan Saenko (Nuremberg)

Menanti Keajaiban Hiddink
Rusia merupakan negara yang terletak di sebelah timur benua Eropa dan utara benua Asia. Dengan wilayah seluas 17.075.400 kilometer, Rusia merupakan negara terbesar di dunia. Sayang, realita itu tidak menenpatkan Rusia sebagai salah satu negara sepakbola terkuat di dunia. Rusia mungkin hanya menjadi tim yang kelas bawah. Penilaian itu tentunya didasarkan oleh prestasi sepakbola Rusia di Euro dan World Cup.

Memang negara pecahan Uni Soviet itu pernah mengantongi gelar juara. Namun prestasi itu direbut pada perhelatan 1960 atau saat turnamen sepakbola terbesar di Eropa itu diluncurkan. Setelah itu, prestasi terbaik Rusia hanya mampu menempati peringkat kedua.

Itu pun diraih pada even kedua, empat tahun berikutnya. Bahka, pada tiga Euro terakhir di yaitu 1996, tersingkir di babak pertama, tidak lolos babak kualifikasi (2000) dan pada 2004, mengalami nasib serupa seperti pada Euro 1996.

Pretasi kurang baik juga dicatatkan Rusia pada World Cup. Negara dengan penduduk 142.894.000 jwa itu juga tidak mampu mengukir prestasi gemilang di World Cup. Sejak World Cup di gelar pada 1930, Rusia hanya mampu bertengger di urutan keempat pada pagelaran sepakbola dunia 1966. Tidah hanya itu, Rusia bahkan tidak pernah berlaga di World Cup dalam kurun waktu 24 tahun (1930-1954).

Rekor Rusia di tiga ajang Wolrd Cup pun sangat buruk. Rusia tak mampu mengantongi tiket lolos ke babak utama pada 1998. Empat tahun kemudian, prestasi negara yang manganut semi-presidensil itu harus puas berlaha di babak pertama. Prestasi buruk kembali menghantui Rusia setelah tidak lolos kualifikasi pada World Cup 2006.

Berbagai kelemahan yang masih menghinggapi Rusia tampaknya akan berakhir pada Euro 2008. Federasi Sepakbola Rusia (Football Union of Russia/FUR) mulai menyusun strategi. Kebijakan utama uang dikeluarkan FUR adalah memboyong pelatih bertangan dingin asal Belanda, Guus Hiddink, tahun lalu. Keberadaan Hiddink bersama skuad memang menumbuhkan harapan bagi Timnas Rusia mengukir prestasi emas.

Berkat jitunya Hiddink dalam mengatur strategi mempu mencetak sejarah bagi Korea Selatan merebut urutan ketika World Cup 2002. Kemudian, mantan pemain Timnas Belanda itu memperkuat Australia pada Piala Asia lalu. Sayang, Australia gagal mencapai babak empat besar. Setidaknya, langkah Rusia melaju ke babak final Euro menjadi bukti kepiawaian Hiddink dalam merajut 11 pemain menjadi tim yang kokoh dan tangguh.

Artinya, Rusia yang menjadi salah satu tim kelas dua tidak bisa dipandang remeh. Peluang Rusia untuk membuat kejutan seperti Yunani seperti pada Piala Eropa 2004, sudah di depan mata.

The Star, Igor Akinfeev
Tidak banyak pecinta sepakbola dunia yang mengenal Igor Vladimirovich Akinfeev. Kiper Timnas Rusia yang memiliki nama di pertandingan Igor Akinfeev merupakan salah satu bintang sepakbola Eropa. Pemain kelahiran 8 April 1986 itu memiliki kualitas dengan sederet kiper papan atas di benua Eropa. Meski baru 17 kali membela Rusia di pentas internasional, namun jaring gawang Akinfeev belum pernah bergetar.

Karir Akinfeev mulai bersinar ketika dipercaya menjadi punggawa utama di bawah mistar gawang pada usia 17 tahun. Kala itu, Akinfeev membela CSKA Moscow. Dia terus menunjukkan bahwa pemain muda juga bisa menempati posisi utama. Sejak itulah, pemain inti di klub selalu menantinya.

Bersama CSKA Moscow, Akinfeev membantu merebut tropi Piala Winers (2004-2005), tiga kali juara Russian Super Cup (2004, 2006, 2007), Russian Premier League (2003, 2005, 2006), runner-up Piala Super (2005), dan runner-up Russian Premier League (2004).

Akinfeev kali pertama memperkuat Timnas Rusia pada 30 Maret 2005. Saat itu, dia dipercaya menjadi kiper utama menghadapi Estonia pada babak kualifikasi World Cup 2006. Akinfeev menjadi pilihan utama Pelatih Guus Hiddink menyusul cedera panjang yang dialami Vyacheslav Malafeev.

Setidaknya, Akinfeev akan menjadi halangan bagi striker lawan untuk menjadikan Rusia sebagai lumbung gol. Apalagi, Rusia diasuh pelatih bertangan dingin yang ampuh menyusun pemain muda menjadi satu kesatuan yang luar biasa.