Organisasi: SFF
Presiden: Lars-Ake Lagrell
Pelatih Kepala: Lars Lagerback
Kapten: Fredrik Ljungberg
Didirikan: 1904
Masuk UEFA: 1954
Masuk FIFA: 1904
Stadion: Rasunda
Bek:
Olof Mellberg (Aston Villa),
Petter Hansson (Stade Rennes),
Mikael Nilsson (Panathinaikos),
Niclas Alexandersson (IFK Gothenburg),
Andreas Granqvist (Helsingborg),
Daniel Majstorovic (FC Basel),
Fredrik Stoor (Rosenborg Trondheim),
Mikael Dorsin (CFR Cluj)
Gelandang:
Tobias Linderoth (Galatasaray),
Daniel Andersson (Malmo),
Anders Svensson (Elfsborg),
Kim Kallstrom (Olympique Lyon),
Christian Wilhelmsson (Deportivo La Coruna),
Fredrik Ljungberg (West Ham United),
Sebastian Larsson (Birmingham City)
Striker:
Zlatan Ibrahimovic (Inter Milan),
Johan Elmander (Toulouse),
Marcus Allback (FC Copenhagen),
Markus Rosenberg (Werder Bremen),
Henrik Larsson (Helsingborg)
Bukan Hanya Kuda Hitam
Kekuatan sepakbola Swedia kini tidak dapat dipandang sebelah mata. Mencatat hasil gemilang selama babak kualifikasi Piala Eropa, membuat Swedia harus dipandang serius para tim-tim unggulan Euro 2008.
Prestasi terbaik yang pernah dicapai Swedia adalah mencapai semifinal sebelum disingkirkan Denmark di Euro 1992 di kandang sendiri. Lalu, mereka gagal lolos babak kualifikasi dan tampil buruk di Piala Eropa 2000.
Swedia kembali ambil bagian di Piala Eropa 2004 Portugal. Ketika itu langkah Henrik Larsson dkk terhenti di perempat final dan dikalahkan 5-4 oleh Belanda melalui adu penalti.
Di Piala Eropa 2008 nanti bukan mustahil jika Swedia mampu mengulang sejarah bahkan lebih dari Piala Eropa 2004. Swedia biasa membuat kejutan. Begitulah salah satu ciri khas tim sepakbola dari Skandinavia itu.
Tampil cemerlang selama babak Kualifikasi Piala Eropa 2008 yang tergabung dalam Grup F, Fredrik Ljungberg cs berada di puncak klasemen dan mengungguli tim kuat Spanyol.
Dengan materi pemain yang tidak jauh berbeda dengan para pemain yang berlaga di Piala Eropa 2004, Swedia berpotensi besar menjadi tim pembunuh raksasa. Kali ini Swedia hanya tidak lagi diperkuat striker penuh pengalaman Henrik Larsson yang memilih pensiun dari tim nasional.
Namun nama-nama seperti kiper Andreas Isaksson, defender Olef Melberg, gelandang Fredrik Ljungberg dan bomber sekelas Zlatan Ibrahimovic, diprediksi akan mampu berbicara banyak di perhelatan terbesar benua Eropa tahun depan. Swedia tinggal berharap pada keberpihakan dewi fortuna agar tidak dicap lagi sebagai 'Tim Nyaris Juara'.
The Rising Stars, Zlatan Ibrahimovic
Setelah era Henrik Larsson, Swedia tidak kekurangan stok penyerang hebat. Kini Swedia memiliki nama lain yakni Zlatan Ibrahimovic. Penyerang jangkung ini telah menjelma sebagai salah satu penyerang terbaik yang ada di Eropa.
Dia memiliki skill aduhai, dribbling bola ciamik, shooting akurat serta, heading mumpuni. Selain itu Ibrahimovic juga bisa berperan sebagai penyerang lubang sebagaimana banyak diperankannya di klubnya Inter Milan.
Melihat karakter permainan Zlatan Ibrahimovic mengingatkan dengan bomber subur asal Belanda, Marco van Basten. Zlatan dan Van Basten memang mempunyai karakter bermain yang hampir mirip.
Keduanya pun sempat dibesarkan oleh klub yang sama yaitu Ajax Amsterdam. Hanya saja Basten bermain di Milan sedangkan Ibra bermain untuk tim sekotanya Inter.
Pemuda kelahiran 3 Oktober 1981 ini sudah mengenal sepakbola sejak usia lima tahun. Dia pun telah jadi buah bibir sejak usia 12 tahun.
Memulai karier di klub lokal Malmo FC, Zlatan hijrah ke Ajax pada 2001-2004. Kariernya berlanjut di tanah Italia bersama Juventus selama dua tahun (2004-2006). Kemudian Zlatan hengkang dan sukses membawa Inter meraih Scudetto musim ini.
Di tim nasional Swedia, Zlatan merupakan pemain inti di putaran final Piala Dunia 2002. Ia memulai debut bersama timnas saat berusia 20 tahun melawan Kepulauan Faroe, Januari 2001.
Sebelumnya, Swedia selalu mengandalkan Henrik Larsson di depan. Di Euro 2008 ini mereka akan sangat mengandalkan Zlatan Ibrahimovic.
Bersama tandemnya Marcus Allback atau striker Werder Bremen Markus Rosenberg yang kaya pengalaman, bukan mustahil Zlatan bisa beraksi seperti legenda Swedia, Tomas Brolin pada Piala Eropa 1992. Mungkin saja lebih atau malah tidak bisa berbuat banyak. Kita lihat saja nanti.
Perkiraan Formasi
(4-4-2): Isaksson; Hansson, Mellberg, Nilsson, Andersson; Wilhelmsson, Linderoth, A. Svensson, Ljungberg; Allback, Ibrahimovic
Kelebihan
Bagus dalam karakter permainan possesion football saat menghadapi lawan kuat
Sering muncul inovasi baru dalam mengambil tendangan bebas untuk mengecoh lawan
Sejarah tidak bagus dalam Euro selain saat jadi tuan rumah
Kekurangan
Swedia menjadi sasaran empuk bila menghadapi adu penalti.
Sejumlah pilar telah melewati usia emas.