Official Broadcasters :
official media okezone
maskot
polandia

YUNANI

kits

Organisasi: HFF
Presiden: Vassilis Gagatsis
Pelatih Kepala: Otto Rehhagel
Kapten: Angelos Basinas
Didirikan: 1926
Masuk UEFA: 1954
Masuk FIFA: 1927
Stadion: OACA Spyro Louis

Kiper:
Antonis Nikopolidis (Olympiakos Piraeus), Costas Chalkias (Aris Salonika), Alexandros Tzorvas (OFI Crete)

Bek:
Giourkas Seitaridis (Atletico Madrid), Christos Patsatzoglou (Olympiakos), Nikos Spyropoulos (Panathinaikos), Traianos Dellas (AEK Athens), Loukas Vintra (Panathinaikos), Vassilis Torosidis (Olympiakos), Sotiris Kyrgiakos (Eintracht Frankfurt), Ioannis Goumas (Panathinaikos), Paraskevas Antzas (Olympiakos)

Gelandang:
Angelos Basinas (Real Mallorca), Stelios Giannakopoulos (Bolton Wanderers), Georgios Karagounis (Panathinaikos), Costas Katsouranis (Benfica), Alexandros Tziolis (Panathinaikos)

Striker:
Giorgios Samaras (Glasgow Celtic), Angelos Charisteas (Nurenberg), Dimitris Salpigidis (Panathinaikos), Fanis Gekas (Bayer Leverkusen), Yiannis Amanatidis (Eintracht Frankfurt), Nikos Liberopoulos (AEK Athens)

Geliat Sang Juara Bertahan
Datang dengan predikat juara bertahan, Yunani tentu tidak ingin hanya menjadi tim penggembira di Piala Eropa 2008. Masih diperkuat dengan sebagian besar veteran yang berjasa mengantar Yunani menjadi kampiun Piala Eropa 2004 Portugal, tim asuhan Otto Rehhagel ini mempuyai target yang tidak tanggung-tanggung yakni mempertahankan trofi Piala Eropa.

Keseriusan itu dibuktikan Rehhagel dengan membawa timnya jadi yang terbaik di babak Kualifikasi Euro 2008 Grup C. Yunani sementara jadi yang terkuat di atas Bosnia, Turki dan Norwegia. Masih bertahannya muka-muka lama bisa menjadi keberuntungan tersendiri bagi Yunani.

Di Piala Eropa 2008 Austria-Swiss nanti, Yunani mungkin masih dilabeli tim underdog, mengingat cenderung turun-naiknya prestasi Theodoros Zagorakis dkk. Di Piala Eropa 2004 mereka memang juara, namun mereka gagal lolos ke Piala Dunia 2006 Jerman. Hal inilah yang membuat mereka diragukan bisa mempertahankan trofi paling bergengsi di benua Eropa tersebut.

Dalam permainan sepakbola modern, gaya bermain Yunani bisa dianggap sudah usang. Dengan mengandalkan pertahanan rapat dan serangan balik cepat ala Italia ketika masih mengusung catenaccio beberapa dekade yang lalu.

Apalagi, mereka masih saja diperkuat oleh pemain-pemain 'lama'. Pengalaman mereka mungkin sangat baik, namun yang perlu diingat dalam sepakbola hanya mengandalkan pengalaman dan keberuntungan belumlah cukup untuk bisa menjadi yang terbaik.

Komposisi pemain Yunani masih diisi penjaga gawang Antonis Nikopolidis yang kini sudah berusia 37 tahun. Posisi palang pintu masih ditempati Traianos Dellas kini 31 tahun.

Lini tengah ditempati Stylianos Giannakopoulos dan Theodoros Zagorakis yang sudah di atas 35 tahun. Sedangkan posisi penyerang masih dipercayakan pada pahlawan Piala Eropa 2004, Angelos Charisteas.

Mampukah para pasukan tua dari negeri para dewa ini kembali mengulang kejayaan seperti yang mereka buat empat tahun lalu di Portugal? Atau mereka hanya kembali menjadi partisipan di Austria-Swiss nanti?

The Rising Star, Angelos Charisteas
Pria kelahiran Serres, 9 Februari 1980 ini menjadi salah satu striker andalan Otto Rehhagel di lini depan Yunani. Charisteas menjadi pahlawan Yunani dengan gol-golnya di Piala Eropa 2004.

Dia pencetak gol kemenangan 1-0 atas Prancis di semifinal. Di final, Charisteas juga yang membuat sejarah Piala Eropa jatuh ke tangan Yunani untuk pertama kalinya.

Pemilik tinggi badan 191 cm dan berat 82 kg ini memulai karier profesionalnya di Yunani dengan klub Aris. Kariernya meroket seusai membawa Yunani sukses di Piala Eropa 2004. Charisteas bergabung dengan klub Jerman Werder Bremen Desember 2004.

Namun permainannya malah kurang berkembang di Bundesliga. Akhirnya, Charisteas memilih hengkang dan bergabung dengan Ajax Amsterdam pada 2005. Ajax saat itu memang membutuhkan sosok striker untuk mengantikan peran Zlatan Ibrahimovic yang hijrah ke Juventus.

Pelatih Yunani Otto Rehhagel masih mempercayakan lini depannya kepada striker yang jago bola-bola atas ini. Meskipun cenderung lambat untuk ukuran seorang striker, namun Charisteas masih dibutuhkan untuk menyambut bola-bola silang atau tendangan bola mati. Charisteas biasanya akan dipasangkan dengan Dimitrios Papadopoulus atau Georgeos Samaras.

Perkiraan Formasi:
(4-4-2) Nikopolidis; Seitaridis, Kapsis, Kyrgiakos, Patsatzoglou; Katsouranis, Basinas, Karagounis, Giannakopoulos; Gekas, Charisteas

Kelebihan:
Motivasi lebih menepis anggapan negatif
Gelandang rajin bantu mencetak gol
Barisan depan makin tajam

Kekurangan:
Beban lebih juara bertahan
Komposisi starting line-up sering berubah
Kondisi pemain sering bermasalah